Simulasi Tanggap Darurat APAR
Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan PT. Suka Jari Ibu


Kepanjen, April 2026 – Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan siap menghadapi keadaan darurat, PT. Suka Jari Ibu menyelenggarakan Simulasi Tanggap Darurat Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dilaksanakan dalam dua kloter, yaitu pada 6 April 2026 dan 13 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh karyawan dari Tim Back Office dan Tim Food & Beverage (FNB). Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan karyawan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja, sekaligus memastikan setiap peserta mampu menggunakan APAR dengan benar dan aman saat kondisi darurat terjadi.
Materi pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai jenis-jenis kebakaran, fungsi APAR, prosedur keselamatan, serta langkah-langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Setelah sesi teori, peserta mengikuti simulasi praktik langsung penggunaan APAR pada media api yang telah disiapkan.
Melalui pendampingan instruktur, setiap peserta diberikan kesempatan untuk mencoba memadamkan api menggunakan APAR sesuai prosedur yang benar. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata sehingga peserta dapat memahami pentingnya ketenangan, kecepatan, dan ketepatan tindakan saat menghadapi situasi darurat.
Pelaksanaan simulasi dalam dua kloter dilakukan untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal tanpa mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, baik saat sesi pemaparan materi maupun praktik lapangan.
Dengan adanya pelatihan ini, PT. Suka Jari Ibu berharap seluruh karyawan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi keadaan darurat serta mampu berkontribusi dalam menciptakan budaya kerja yang mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kegiatan simulasi tanggap darurat APAR ini menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang aman, responsif, dan siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

